Kamis, 11 Oktober 2012

Membuat Sabun Transparan


Bahan baku sabun transparant :
1.       Minyak
Jenis minyak yang dapat digunakan untuk membuat sabun adalah minyak jarak, minyak jagung, minyak sawit, minyak kelapa dan minyak lainnya.
2.     Natrium Hidroksida (NaOH)
Biasa disebut dengan kaustik soda atau soda api yang merupakan senyawa alkali yang bersifat basa dan mampu menetralisir asam.
3.     Gliserin
Merupakan humektan sehingga dapat berfungsi sebagai pelembab pada kulit. Gliserin dapat melembabkan kulit dan mudah dibilas.
4.     Gula Pasir
Gula pasir berfungsi untuk membantu terbentuknya transparansi pada sabun, dan dapat membantu perkembangan kristal pada sabun.
5.     Etanol
Berbentuk cair, jernih dan tidak berwarna. Merupakan senyawa organic dengan rumus kimia C2H5OH. Etanol digunakan sebagai pelarut pada proses pembuatan sabun transparent karena sifatnya yang mudah larut dalam air dan lemak.
6.     Asam Stearat
Asam stearat dapat berbentuk cairan atau padatan. Pada proses pembuatan sabun transparent, jenis asam sterat yang di pilih adalah yang berbentuk kristal putih kekuningan. Kristal putih ini mencair pada suhu 56OC. Pada pembuatan sabun, asam stearat berfungsi untuk mengeraskan dan menstabilokan busa.
7.     Coco dietanolamida (Coco-DEA)
DEA berfungsi sebagai surfaktan dan penstabil busa. Surfaktan adalah senyawa aktif penurun tegangan permukaan yang bermanfaat untuk menyatukan fasa minyak dengan fasa air.

Bahan Tambahan :
Diperlukan bahan tambahan untuk memperpanjang umur simpan, seperti garam dan asam sitrat.
1)   Natrium Klorida (NaCl)
Penambahan NaCl selain bertujuan untuk pembusaan sabun, juga untuk emningkatkan konsentrasi elektrolit agar sesuai dengan penurunan jumlah alkali pada akhir reaksi sehingga bahan-bahan pembuat sabun tetap seimbang selama proses pemanasan.
2) Asam Sitrat
Berfungsi sebagai pengelat (chelating agent) yaitu pengikat ion-ion pemicu oksidasi, sehingga mampu mencegah terjadinya oksidasi pada minyak akibat pemanasan. Asam sitrat juga dapat dimanfaatkan sebagai pengawet dan pengatur pH.
3) Pewarna
Ditambahkan untuk menghasilkan sabun yang beaneka warna, aditif warna yang ditambhakan tidak boleh memiliki efek warna yang berlawanan terhadap sifat transparansi sabun yang dihasilkan. Bahan pewarna yang ditambahkan adalah bahan pewarna untuk kosmetik grade.
4) Pewangi
Untuk memberikan efek wangi pada sabun yang dihasilkan, seperti halnya pewarna yang ditambahkan tidak boleh memiliki efek ynang berlawanan terhadap sifat transparansi sabun yang dihasilkan.

Peralatan yang digunakan :
Peralatan yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas sabun yang akan dihasilkan,
1.       Mesin pengaduk
Digunakan untuk menghomogenkan bahan-bahan sabun selama proses pemasakan dan pencampuran berlangsung. Pengadukan harus dilakukan secara kontinyu supaya campuran bahan-bahan menjadi homogen.
2.     Tangki pemanas
Digunakan untuk mencairkan, melarutkan dan mencanpurkan semua bahan.
3.     Kompor
Digunakan sebagai pemanas pada proses pemasakan, bisa berbahan bakar kayu, gas maupun kompor listrik.
4.     Wadah
Diperlukan untuk menampung bahan baku yang akan dicampurkan ke tangki pemanas saat pencairan dan pencampuran berlangsung.
5.     Alat pemotong
Digunakan untuk memotong sabun transparant.
6.     Timbangan
Diperlukan untuk menimbang bahan baku dan bahan tambahan berdasarkan formulasi yang telah ditentukan, sebaiknya menggunakan timbangan digital karena keakuratannya lebih baik ketimbang timbangan manual.
7.     Cetakan sabun
Cetakan dapat terbuat dari stainless steel, plastik atau fiber.
8.     Kemasan
Pengemasan dapat disesuaikan dengan image sabun transparant.
                      
Proses Pembuatan Sabun transparent :
1.       Proses pembuatan sabun transparent dasar (base soap)
Bahan – bahan dan cara pembuatan sabun transparent dasar :
Bahan :
·        Asam stearat                1175 gram
·        Minyak                        500 gram
·        NaOH 30%                  5075 gram
·        Gliserin                       3250 gram
·        Etanol                          3750 gram
·        Gula Pasir                    1875 gram
·        Cocoamide DEA            750 gram
·        NaCl                            5 gram
·        Asam Sitrat                 750 gram
·        Air                              112.5 ml
·        Cetakan persegi

Cara Pembuatan :
1)   Cairkan asam stearat pada suhu 60OC selama 15 menit, kemudian tambahkan minyak dan aduk sampai merata.
2)    Jika suhu sudah mencapai 70 – 80OC tambahkan NaOH dan aduk selama 2 -3 menit hingga terbentuk sabun.
3)  Tambahkan gliserin, gula, asam sitrat, etanol, cocoamide DEA, NaCl dan air. Pengadukan terus dilakukan hingga campuran menjadi homogen sekitar 7 – 10 menit.
4)    Tuangkan campuran ke dalam cetakan dan diamkan selama 24 jam hingga sabun mengeras.
5)   Keluarkan sabun transparent dasar yang telah mengeras dari cetakan dan simpan dalam kardus.

2.     Proses pembuatan sabun transparent
Bahan :
·        Bahan sabun transparent dasar (base soap) 1.25 gram
·        Pewarna (kuning muda, kosmetik grade)                 0.05 gram
·        Pewangi (aroma floral)                                         11.25 gram
·        Cetakan
Cara pembuatan :
1)  Masukkan sabun tranparant dasar ke dalam tangki pemanas yang sedang dipanaskan,
2)    Lelehkan sabun dasar pada suhu 70OC selama 45 – 60 menit. Saat bahan sabun dasar setengah meleleh, pengadukan dimulai secara perlahan hingga sabun transparent dasar meleleh sempurna.
3)    Sambil diaduk, tambahkan pewarna dan pewangi hingga homogen.
4)  Tuangkan campuran tersebut ke dalam cetakan dan diamkan selama 12 jam hingga sabun mengeras.
5) Keluarkan sabun transparent yan telah mengeras dari cetakan, kemudian dilakukan proses “aging” selama satu bulan agar selama disimpasn tidak terjadi perubahan bentuk. Kemas menggunakan plastic wrapping.
6) Masukkan sabun yang telah dikemas ke dalam kemasan khusus menggunakan kemasan plastic ataupun kertas yang telah didesain menarik.


Senin, 01 Oktober 2012

Teknologi Pengolahan Garam


Bahan Baku

Bahan baku pembuatan garam adalah air laut. Air laut mengandung garam-garam mineral, yaitu NaCl (garam meja) sebanyak 2%; garam-garam kalsium (CaCl2 dan CaSO4) dan garam-garam magnesium (MgCl2 dan MgSO4) sebanyak 1,5%; air sebanyak 96,5%; beserta cemaran logam berat dan senyawa pengotor tidak terlarut dalam jumlah kecil.

Sedimentasi dan Pengeringan (Pemekatan)

Proses ini biasanya dilakukan menggunakan sistem kolam dengan menggunakan penjemuran sinar matahari. Air laut didiamkan di dalam kolam sehingga kotoran mengendap pada bagian bawah sedangkan sebagian air menguap karena panas matahari. Metode penjemuran membutuhkan waktu sekitar 2 minggu. Metode yang lebih modern dengan menggunakan filtrasi membran untuk memisahkan senyawa pengotor dan mesin pengering untuk mengurangi kadar air dapat mempersingkat waktu proses.

Koagulasi

Koagulasi dilakukan dengan penambahan larutan Na2CO3 20% dan larutan NaOH 0,1 N untuk mengendapkan garam-garam kalsium dan magnesium.

Flokulasi dan sedimentasi

Pada proses ini ditambahkan senyawa flokulan Polyalluminium Chlorida (PAC) sebanyak 10 ppm untuk mempercepat pembentukan flok sehingga pengendapan dapat dipercepat. Selanjutnya larutan garam dipisahkan dari endapan yang terbentuk

Adsorbsi

Cemaran logam berat (meliputi: Pb, Hg, dan Cu) dihilangkan melalui penyerapan zeolit. Jumlah zeolit yang ditambahkan yaitu sebanyak 2 gram / liter larutan garam.

Pengeringan (Kristalisasi)

Larutan garam selanjutnya dikeringkan hingga terbentuk kristal garam dengan kadar air 2-4%. Pembentukan kristal terjadi karena pengurangan kadar air hingga mencapai kondisi super jenuh. Selanjutnya akan terbentuk inti kristal, dan kristal-kristal garam mulai terbentuk.

Grinding

Kristal-kristal garam yang terbentuk memiliki ukuran yang kurang seragam maka dilakukan grinding untuk membuat ukuran partikel yang halus dan seragam. Selanjutnya hasil grinding d ayak dengan menggunakan ayakan ukuran 0,5 – 1,5 mm. Partikel yang tidak lolos dalam proses pengayakan akan kembali ke proses grinding.

Iodisasi

Penambahan iodium dilakukan dengan metode tetes. Larutan iodium (KI) 50% ditambahkan pada kristal garam yang sudah halus sebanyak 7% (bb/bb) dari garam kering. Kadar yodium pada garam akhir adalah 3% sedangkan kadar airnya adalah 7% sesuai dengan SNI 01-3556-2000 tentang Garam Konsumsi Beryodium.