Kamis, 27 Desember 2012

Biogas Skala Rumah Tangga

Alat penghasil biogas ini terdiri dari reaktor dengan bahan baku kotoran hewan/bungkil jarak/enceng gondok, dll yang selama proses fermentasi akan menghasilkan biogas dan hasil biogas ditampung dalam sebuah penampungan biogas dengan bahan plastik.
Persiapan Bahan :
§    Kotoran sapi, digunakan untuk starter (jika digunakan biomassa sebagai penghasil gas)
§        Bungkil biji jarak pagar / enceng gondok / biomassa lain
§        Air, sebagai media pencampur

Persiapan Alat :
§        Pastikan alat dalam kondisi normal, dan berfungsi dengan baik
§   Pastikan tidak ada kebocoran pada tangki reaktor instalasi selang maupun pada penampungan gas
§        Tangki reaktor dalam kondisi baik

Prosedur Pengoperasian :
§        Tutup semua saluran pada tangki reaktor kecuali pada bagian input
§        Masukkan kotoran sapi pada tangki reaktor
§    Tunggu selama ± 1 hari, kemudian masukkan bungkil jarak sedikit demi sedikit ke dalam tangki reaktor
§   Gas methana akan mulai dihasilkan setelah hari ke 3, namun biogas baru bisa di gunakan setelah plastik penampung biogas terisi penuh
§    Sambung selang output biogas dari penampung biogas pada kompor untuk dapat digunakan memasak.

Perawatan Alat :
§       Beri atap pada alat agar terlindung dari sinar matahari dan hujan
§        Beri pagar pada sekeliling alat agar terlindung dari ternak dan tangan jail


Permasalahan dan Cara Penanggulangan :
Masalah
Penyebab
Cara Mengatasi
Plastik penampungan gas tidak bisa penuh
·        Tidak ada hasil gas

·  Plastik penampungan bocor
·  Bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan gas kurang
· Segera tambal plastik yang bocor
Reaktor Tank membengkak
·     Lubang pipa penyalur gas tersumbat
· Bersihkan lubang selang penyalur gas dari kotoran

Manfaat Lain Selain Sebagai Penghasil Biogas :

Kotoran ternak / biomassa yang keluar dari reaktor bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Pupuk tersebut disaring, yang padat dikeringkan bisa digunakan sebagai pupuk padat dan yang cair digunakan sebagai pupuk cair.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar